10.7.13

Bagaimana Cara Mudah Obati Amandel?

Jakarta – Amandel saya membengkak sejak SMP, apa pengaruh pembengkakkan amandel pada kondisi tubuh? Apakah harus diangkat? Apa efek setelah pengangkatan amandel? Apa cara simpel untuk mengurangi pembengkakan amandel?

Udin (Pria lajang, 18 tahun)
dontbeXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 166 cm, berat badan 55 kg


Jawaban


Dear Udin yang cerdas. Pertanyaanmu amat bermutu dan mewakili banyak penderita amandel lainnya. Baiklah kita langsung saja membahas tentang amandel.


Radang amandel (tonsilitis) adalah suatu keadaan saat kelenjar limfe yang ada di tenggorokan membengkak atau meradang. Kelenjar limfe ini ibarat prajurit. Musuhnya banyak sekali, misalnya: bakteri, virus, jamur. Riset membuktikan kalau bakteri yang terbanyak adalah dari genus (golongan) streptokokus, gonokokus, diplokokus, pneumokokus, dan Haemophilus influenzae. Serangan bakteri Haemophilus influenzae ini sungguh dahsyat dan berat, karena dapat mengakibatkan amandel bernanah (tonsilitis akut supuratif).


Bakteri ini bisa dari golongan gram-positive aerobes serta gram-negative anaerobes. Beragam kelompok bakteri ini dapat berinteraksi secara sinergis, sehingga meningkatkan dan memperpanjang virulensi (masa berlangsungnya infeksi). Tampaknya peran bakteri anerob berperan signifikan di dalam menjadi penyebab kambuhnya tonsilitis.


Untuk virus, terbanyak berasal dari golongan parainfluenza dan adenovirus. Sedangkan jamur, jenis kandida dan aktinomises paling sering menyebabkan amendel meradang. Keberanekaragaman inilah yang menyebabkan tonsilitis berpeluang untuk menjadi menahun (chronic) dan kambuh/berulang (recurrent).


Potret Klinis


Tonsilitis umumnya menyerang anak-anak berusia 5-10 tahun, namun bisa juga menyerang orang dewasa. Awalnya penderita mengeluh kerongkongannya terasa kering. Lalu perlahan menjadi nyeri (nyeri di kerongkongan dan nyeri untuk menelan).


Pada kasus amandel yang telah menahun (tonsilitis kronis), maka selain nyeri saat menelan, nyeri di kerongkongan, juga terkadang merasa ada benda asing di tenggorokan, nafas (mulut) berbau (halitosis). Dapat disertai lemah, selera makan turun, dan sakit kepala. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan menjumpai pembesaran tonsil (amandel), detritus positif pada penekanan, arkus tonsillaris anterior-posterior berwarna merah, criple melebar. Kelenjar submandibula (dapat pula) membesar/membengkak. Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan biasanya adalah darah rutin.


Diagnosis Banding


Akibat perlawanan yang hebat dari prajurit tadi, maka beberapa bakteri dapat mati. Nah, bakteri yang mati, epitel amandel yang lepas, dan sel darah putih (leukosit) jenis polimorfonuklear ini membentuk disebut kotoran putih atau bercak kuning yang di dalam medis disebut detritus.


Keberadaan pseudomembran (selaput semu) akibat detritus ini menyebabkan ada penyakit lain yang mirip tonsilitis akut, seperti: tonsilitis difteri, angina Plaut Vincent, angina agranulositosis, dan demam skarlet. Tugas dokterlah di dalam menyingkirkan diagnosis banding ini, sebelum akhirnya menegakkan diagnosis.


Solusi


Sebenarnya amandel karena virus berpotensi untuk sembuh sendiri. Namun bila virus telah menyebar melalui pembuluh darah (viremia) dan daya tahan tubuh sedang lemah, maka sangat berpotensi menjadi lebih parah, seperti: amandel bengkak dan bertambah besar (hiperplasi tonsil), terjadi pernanahan dan luka di tenggorokan (ulserasi dan abses parafaring). Hal ini berpotensi mempengaruhi saraf IX dan X, sehingga muncullah nyeri telan dan nyeri tekan di kerongkongan serta nyeri di telinga (otalgia). Akibat lain bisa menurunkan selera makan, menurunnya kadar gula di dalam aliran darah (hipoglikemia), tubuh menjadi lemas dan kurang tenaga. Penyebaran infeksi virus ini juga berpotensi menyerang hidung. Akibatnya, mukosa (selaput lendir) hidung menjadi radang, lendir bertambah, sehingga hidung menjadi tersumbat. Komplikasi lain dapat menjalar ke jantung.


Amandel karena bakteri dan jamur dapat diatasi dengan pemberian antimicrobial atau antibiotik yang sesuai. Lozenges (tablet hisap) dan antiseptik hanya meredakan dan bukan terapi utama.


Jadi, solusinya dibagi menjadi dua macam, yaitu secara konservatif dan operatif. Konservatif yaitu dengan menghilangkan gejala dan pemberian obat (analgetik, antipiretik, obat kumur, antibiotik spektrum luas sesuai indikasi).


Sebelum memberikan obat antibiotik, dokter akan melakukan sistim penilaian (scoring) McIsaac. Pada kasus tonsilofaringitis bakterialis, maka pilihan antibiotik yang dapat diberikan antara lain: penisilin (10 hari). Bila dijumpai alergi terhadap penisilin, maka dapat diberikan amoksisilin (6 hari), sefalosporin (4-5 hari), klaritromisin (5 hari). Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah antibiotik tidak perlu diberikan pada anak dengan tonsilofaringitis bila tidak didapatkan kuman atau tidak sesuai dengan kriteria klinik untuk infeksi bakteri.


Pada anak-anak, terapi kasus amandel atau radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus (streptococcal tonsillitis/pharyngitis) dengan antibiotik diikuti rekolonisasi dengan obat golongan alpha-streptococci dapat menghindari kekambuhan.


Strategi konservatif ini perlu disertai dengan istirahat, diet makanan lunak, menghindari semua yang digoreng serta sebisa mungkin tidak pedas. Adapun tindakan operatif yaitu dengan pengangkatan amandel (tonsilektomi).


Sebelum melakukan tonsilektomi (operasi amandel), dokter akan mempertimbangkan banyak faktor, seperti: urgensi, tingkat keparahan, usia, biaya, komplikasi, dan yang tak kalah penting adalah beragam faktor penyulit yang berpotensi menghambat atau bahkan “mengganggu operasi”. Faktor penyulit ini misalnya: karena berbagai macam penyakit, seperti: infeksi leher bagian dalam, radang telinga bagian tengah (otitis media), radang rongga hidung (sinusitis paranasal), bahkan perluasan penyakit hingga ke organ-organ ginjal, jantung, dan persendian. Penyulit lainnya adalah perdarahan dan adanya pnemonia aspirasi.


Bila operasi sukses tanpa komplikasi, maka diperkirakan tiga hari boleh pulang. Masa pemulihan penderita maksimum adalah sepuluh hari. Mayoritas kasus amandel sembuh total. Namun bila ada keganasan (kanker), maka perlu dilakukan biopsi (pemeriksaan patologi anatomi) untuk menentukan ganas atau jinak. Dengan penatalaksanaan yang komprehensif dan paripurna, maka amandel tak lagi membandel.


Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.


Salam sehat dan sukses selalu!


Dokter Dito Anurogo
Konsultan detik.com, dokter online, penulis 12 buku, mengabdi dan berkarya di neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia, Surya University, Indonesia.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini


source on:m.detik.com


Incoming search terms:

  • celana dalam audi
  • Celana dalamku kejepret

Bagaimana Cara Mudah Obati Amandel?

8.7.13

Bila Sakit Masih Bisa Ditahan, Perlukah Minum Obat atau ke Dokter?

Jakarta – Dokter Dito, saya mau tanya. Kebiasaan saya ketika gejala awal sakit seperti flu atau batuk, saya tidak pernah mau minum obat ataupun ke dokter untuk periksa karena menurut pikiran saya, manusia memiliki kekebalan tubuh sendiri. Jadi selama menurut saya, saya masih bisa tahan dengan sakit itu, saya hanya perbanyak minum air dan tambahannya vitamin untuk memperkuat imun tubuh dan alhamdulillah saya bisa pulih dari sakit, walau memang tidak secepat dengan obat dari dokter.

Nah, menurut Dokter, apakah pemikiran saya benar atau tidak? Mohon pencerahan. Terimakasih atas pencerahan dokter Dito, semoga Dokter Dito sekeluarga sehat, sukses, bahagia, beruntung dan diridhoi Allah selalu dunia-akhirat. Amin 3x.


Haidar (Pria lajang, 26 tahun)
haidarXXXXX@myself.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 60 kg


Jawaban


Terimakasih atas doa dan kepercayaan Mas Haidar kepada kami.


Mari kita langsung menuju ke pembahasan.


Pertanyaan Mas Haidar mengingatkan kami kepada konsep ‘sehat’ menurut World Health Organization (WHO), ‘Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity’.


Dari konsep ini, kita mengetahui bahwa bahwa seseorang dikatakan sehat itu bila memenuhi aspek berikut:


1. Sehat secara jasmani
2. Sehat secara mental
3. Sehat secara sosial-ekonomi (sejahtera dan mandiri)


Namun, seiring perkembangan riset dan teknologi, konsep ini ternyata belum cukup. Masih ada beberapa aspek lagi yang perlu ditambahkan untuk melengkapi konsep ‘sehat’, antara lain:


4. Sehat secara pikiran
5. Sehat secara spiritual
6. Sehat secara budaya
7. Sehat secara politik


Nah, dari tujuh konsep di atas serta berbagai referensi yang telah kami baca, kami menyimpulkan bahwa konsep ‘sehat’ dan ‘kesehatan’ itu secara besar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal.


Mari kita sedikit uraikan sebagai berikut ini:


1. Faktor internal adalah yang ada di dalam diri individu atau manusia itu sendiri. Faktor internal ini meliputi:
a. Pikiranya termasuk juga mindset, paradigma, prasangka, asumsi, opini, fokus, perhatian, dsb. Cara berpikir seseorang terhadap diri dan lingkungannya akan menentukan tingkat ‘kesehatannya’.
b. Perutnya apa yang dimakan, diminum, menentukan kesehatan manusia.
c. Jiwanya yang ini lebih kompleks, sebab dinamika jiwa amat menentukan kesehatan mental dan fisik manusia.
d. Sistem imunitas (kekebalan tubuh) daya tahan tubuh seseorang itu berperan penting bila tubuh dimasuki virus, bakteri, jamur, dkk.


Menurut ahli, faktor internal ini lebih dominan dibandingkan faktor eksternal, di dalam menentukan derajat kesehatan seseorang.


2. Faktor eksternal adalah apa yang berada di luar dan di sekitar manusia itu, misalnya: lingkungan alam, semesta, polusi, cuaca, lingkungan pergaulan, pendidikan, pengaruh politik, ekonomi, budaya, sosial, pertahanan, keamanan, etika, dsb.


Intinya, kita bisa sehat (secara komprehensif, dalam arti luas) bila antara faktor internal dan eksternal itu seimbang dan harmonis.


Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.


dr. Dito Anurogo
Medical doctor at neuroscience department and Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini


source on:m.detik.com



Bila Sakit Masih Bisa Ditahan, Perlukah Minum Obat atau ke Dokter?

7.7.13

Badan Kaku dan Kejang-kejang, Tanda Sakit Apa?

Jakarta – Dok saya mau bertanya tentang penyakit ibu saya (tinggi 154 cm, berat 49 kg). Juli lalu, ibu saya melakukan operasi struma dengan tensi dan kondisi jantung yang baik. Namun setelah operasi badan ibu saya jadi kram atau kaku, bahkan mulai Agustus bertambah dengan kejang-kejang. Rontgen dan CT-SCAN tidak dapat mendeteksi penyakitnya.

Pada akhirnya ibu berobat ke pengobatan alternatif. Kemarin saya bertanya ke kiai (memang terkesan konyol Dok) tentang penyakit ibu saya. Beliau mengatakan bahwa sebelum operasi kadar gula ibu saya tinggi. Kemarin saya langsung memeriksakan kadar gulanya dan memang benar kadar gulanya tinggi. Menurut Dokter, sebenarnya apa penyakit ibu saya? Terimakasih.


Wiwin (Perempuan lajang, 22 tahun)
Tinggi badan 155 cm, berat badan 57 kg


Jawaban:
Ibu wiwin,
Berdasarkan pernyataan Anda, kami sarankan orang tua Anda diajak ke dokter spesialis endokrin (dokter yang menangani pasien penyakit gondok, tiroid dan sakit pada leher). Terimakasih.


Jika ada gangguan pada jantung, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kami, dengan membawa hasil medikal checkup (hasil laboratorium, tes pemeriksaan jantung, dsb).


Profesor Xiao Mingdi


Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No 218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E, Jalan S Parman Kav72, Slipi, Jakarta Barat 11410. Tel: 021 – 99808123 dan 021 – 99570666.


Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini


source on:m.detik.com



Badan Kaku dan Kejang-kejang, Tanda Sakit Apa?

Jantung Berdebar, Sakitnya Nyambung ke Kepala Bagian Kiri

Jakarta – Dok, saya wanita umur 21 tahun. Saya punya riwayat sakit jantung sejak umur 12 tahun. Pernah dioperasi pada umur 12 karena kelebihan pembuluh darah di sekitar jantung sehingga makanan tidak mengalir keseluruh tubuh (namanya kalau tidak salah Vistel Coroner).

Setelah operasi saya tidak merasakan masalah pada jantung saya. Tapi akhir-akhir ini kalau saya melakukan aktivitas seperti jalan menanjak, saya merasakan jantung saya berdebar-debar dan sakit. Bahkan sakitnya seperti nyambung ke kepala bagian kiri, jadi berujung ke pusing.


Apa yang terjadi ya, Dok? Terimakasih atas perhatiannya.


Nindita (Wanita lajang 21 tahun)
ndy.XXX@yahoo.com
Tinggi badan155 cm dan berat 52 kg


Jawaban:


Akhir-akhir ini, apakah Ibu Nindita sudah cek ke dokter? Dokter mengatakan apa ya?


Lalu apakah dulunya punya riwayat penyakit jantung bawaan tipe atresia pulmonal? Jika memang benar, kami sarankan untuk memeriksa diri ke dokter spesialis jantung dan lakukan tes pemeriksaan jantung seperti rontgen dada, ekokardiografi dan elektrokardiogram (EKG).


Lalu mengenai riwayat penyakit jantung bawaan, type atresia pulmonal merupakan penyakit jantung bawaan yang paling rumit dari segala jenis penyakit jantung bawaan. Atresia pulmonal secara garis besar terbagi dua yakni atresia pulmonal dengan type defek septum ventrikel dan atresia pulmonal tanpa defek septum ventrikel (atresia pulmonal dengan septum yang utuh).


Mengenai pengobatannya disesuaikan dengan penyebab atresia pulmonal dan kondisi tubuh pasien, seperti gejala yang dirasakan, riwayat penyakit pasien (seperti diabetes, kolesterol, darah tinggi). Jika memang benar, kami sarankan Anda untuk memeriksa diri ke dokter spesialis jantung dan lakukan tes pemeriksaan jantung seperti rontgen dada, ekokardiografi dan elektrokardiogram (EKG).


Anda juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kami gratis. Tidak dipungut bayaran sepeser pun, dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Terimakasih.


Profesor Xiao Mingdi


Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E, Jalan S Parman Kav72, Slipi, Jakarta Barat 11410. Tel: 021 – 99808123 dan 021 – 99570666.


Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini


source on:m.detik.com



Jantung Berdebar, Sakitnya Nyambung ke Kepala Bagian Kiri

6.7.13

Berat Badan Sudah Ideal, Tapi Pipi Malah Tembem

Jakarta – Saya mengalami kenaikan berat badan sebanyak 4 kg. Sehingga, pipi saya membesar. Yang ingin saya tanyakan:
2. Bagaimana cara mengilangkan lemak di pipi, karena saya merasa tidak percaya diri?
3. Berapa lama waktu yang dibutukan untuk menghilangkannya?
4. Apakah kalau berat badan saya menurun, pipi saya otomatis akan kembali semula? Untuk saat ini berat badan saya 47.

Lala (Wanita lajang, 14 tahun)
fawniaXXXX@yaoo.com
Tinggi badan 163 cm, berat badan 53 kg


Jawaban


Hi Lala,


Penumpukan lemak itu faktor genetik ya tidak bisa kita hindari. Dari sisi nutrisi, cara menghilangkan lemak di bagian yang sulit untuk di-olahragakan adalah dengan menurunkan lemak total dalam tubuh. Namun sepertinya hal ini menurut saya tidak perlu karena:
- Kamu masih dalam masa pertumbuhan, diet (apalagi diet ketat tanpa jelas tujuan medisnya) mempunyai risiko kesehatan jangka panjang seperti anemia dan osteoporosis serta gangguan fertilitas.
- Berat badan kamu toh sudah ideal
- Kamu masih akan tumbuh tinggi lagi


Pesan moral saya:
- Be grateful and be happy dengan keadaan kita, be comfortable with yourself
- Fokus ke hal-hal baik yang terjadi/kamu punyai seperti keluarga, persahabatan, kesehatan dll
- Bentuk fisik tubuh dan angka timbangan adalah hal subyektif (tiap orang berbeda sudut pandang) sehingga tidak bisa dijadikan sebagai patokan kebahagiaan
- Jangan mengacu/membandingkan dengan model di TV/majalah. Sebagian besar foto yang tampil sudah diedit, di-photoshop agar terlihat lebih cantik, lebih mulus, langsing, tinggi dll
- Jika ada orang yang berusaha mencela fisik orang lain, cuekin atau jika mengganggu sekali bisa ditanya balik: ‘and is this a problem for you?’ (maksudnya, bukan urusan loe gitu loch, kepo amat sich!)


OK? Be happy, be you!


Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Follow twitter @Leona_victoria.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini


source on:m.detik.com



Berat Badan Sudah Ideal, Tapi Pipi Malah Tembem

5.7.13

Nyeri Dada Sampai Susah Jalan, Gejala Sakit Jantung?

Jakarta – Dok, saya kadang merasakan nyeri di dada saya dan itu terjadi secara tiba-tiba. Kadang rasanya hanya nyeri biasa tapi kadang nyerinya sakit sekali sehingga susah untuk dibuat jalan. Itu penyakit apa ya Dok? Apa karena faktor obesitas atau karena hanya nyeri biasa? Terimakasih.

Adelia (Wanita lajang 20 tahun)
liya_XXX@yahoo.co.id
Tinggi 158 cm dan berat 60 kg


Jawaban:


Dilihat dari berat badan dan tinggi badan, Ibu tidak mengalami obesitas, berat badan masih normal, masih berada dalam tahap ideal.


Lalu apakah Ibu Adelia sudah cek ke dokter? Dokter mengatakan apa ya? Jika belum, kami sarankan Ibu cek ke dokter dan melakukan tes general medical checkup dan tes pemeriksaan EKG.


Mengenai nyeri dada, apakah nyeri dada berlangsung dalam jangka waktu atau intensitas yang lama atau sebentar?


Mengenai nyeri dada, memang patut kita curigai, karena gejala ini mirip dengan gejala penyakit jantung. Gejala penyakit jantung seperti nyeri dada khsusnya di sebelah kiri seperti ada tekanan berat yang menimpa dada anda, disertai dengan gejala sesak dada, dan sesak napas.


Namun, Selain berasal dari jantung, penyebab nyeri dada bisa bersumber dari penyakit lain, seperti:


1. Nyeri dada yang berasal dari paru-paru (kanker paru-paru)
2. Nyeri dada yang berasal dari gangguan pencernaan (seperti maag, GERD, asam lambung meningkat, gangguan pada pencernaan, dyspepsia)
3. Nyeri dada yang berasal dari batuk (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus)
4. Nyeri dada yang berasal dari tulang dada atau otot dada (tulang rusuk yang patah).


Kami perlu membaca hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya ibu, baik hasil general medical checkup laboratourium, hasil pemeriksaan jantung seperti tes EKG, rongten dada,untuk membuktikan penyebab pasti dari nyeri dada yang ibu alami.


Jika ibu masih ada pertanyaan mengenai hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya, ibu dapat berkonsultasi langsung (berhadapan langsung) dengan dokter kami gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.


Profesor Xiao Mingdi


Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E, Jalan S Parman Kav72, Slipi, Jakarta Barat 11410. Tel: 021 – 99808123 dan 021 – 99570666.


Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini


source on:m.detik.com



Nyeri Dada Sampai Susah Jalan, Gejala Sakit Jantung?

Sudah 3 Hari BAB Encer, Harus ke Dokter atau Cukup Minum Obat Warung?

Jakarta – Dok, saya sudah hampir 3 hari ini selalu BAB (buang air besar) cairan, yang anehnya kejadian ini hanya berlangsung pada malam, pagi dan siang hari saja, ketika sore hari tidak berasa. Dan hampir yang keluar adalah cairan, apakah saya harus ke dokter atau saya cukup dengan minum obat warung saja? Saya sudah coba makan pisang, tapi sampai saat ini masih saja buang-buang air. Mohon bantuannya Dok, terimakasih.

Ika Noviyanti (Perempuan menikah, 26 tahun)
ikanoviXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 170 cm, Berat Badan 68 kg


Jawaban


Mbak Ika Noviyanti yang dirahmati Allah, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami.


Langsung saja ya…


Dari kata kunci ‘buang air besar berupa cairan, sehari 3 kali, selama 3 hari’ maka kemungkinan besar Mbak Ika Noviyanti terkena diare akut.


Diare akut adalah buang air besar (BAB) yang lembek, cair, bisa berupa air saja, dengan frekuensi lebih sering, biasanya sehari 3 kali atau lebih, dan berlangsung kurang dari 14 hari.


Penyebab diare akut adalah multifaktor, misalnya: bakteri, virus, parasit (cacing), gangguan penyerapan zat/nutrisi makanan (malabsorbsi), alergi, keracunan, imunisasi, atau penyebab lainnya.


Berbagai kondisi medis non-infeksius dapat menyebabkan diare juga, misalnya:


1. Ketidakmampuan untuk mencerna makanan tertentu, seperti: intoleransi laktosa, penyakit coeliac, problematika pankreas, dsb.
2. Penyakit tertentu dari sistem hormonal (endokrin), termasuk penyakit tiroid, diabetes, kelenjar adrenal, dan sindrom Zollinger-Ellison.
3. Radang saluran pencernaan.
4. Sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome).
5. Kanker usus
6. Terbentuknya kantung di dinding usus pada penyakit diverticular dapat memicu terjadinya diare, terutama jika terjadi infeksi dan radang (diverticulitis)
7. Keberadaan tumor tertentu (termasuk carcinoid tumour dan pheochromocytoma) dapat menyebabkan diare.
8. Operasi pembuangan/pengangkatan sebagian usus. Kondisi usus yang pendek (short-bowel syndrome) tidak mampu menyerap semua zat/nutrisi yang kita makan/minum, sehingga memungkinkan terjadi diare.
9. Efek setelah operasi kantung empedu. Peningkatan empedu di kolon dapat menyebabkan tinja berair (watery stools) alias diare.


Kurang gizi, masa setelah infeksi virus, menurunnya kekebalan tubuh juga merupakan faktor yang dapat menyebabkan seseorang rentan menderita diare.


Solusi


Sebaiknya penderita diare segera ke dokter agar tidak terjadi komplikasi yang lebih lanjut/parah. Dokter akan melakukan upaya sbb:
1. Menilai derajat dehidarasi
2. Menentukan rencana pengobatan/terapi
3. Memberikan oralit dan makanan cair (sup, air tajin)


Oralit yang diberikan dihitung dengan mengalikan berat badan penderita (dalam kg) dengan 75 ml. Atau dapat juga memakai pedoman berikut ini.


Jumlah oralit yang diberikan untuk usia:
- Kurang dari 1 tahun: 300 ml
- 1-4 tahun: 600 ml
- Lebih dari 5 tahun: 1200 ml
- Dewasa: 2400 ml.


Obat


Pemberian obat direkomendasikan oleh dokter pada kasus diare yang bukan disebabkan oleh virus (nonviral diarrheas), misalnya:
1. Diare yang disebabkan oleh spesies Aeromonas: dapat diberi cefixime dan sebagian besar obat golongan cephalosporins generasi ketiga dan keempat.
2. Diare yang disebabkan oleh spesies Campylobacter: dapat diberi Erythromycin.
3. Diare yang disebabkan oleh C difficile: dapat diberi metronidazole oral atau vancomycin.
4. Diare yang disebabkan oleh C perfringens: jangan diberikan antibiotik.
5. Diare yang disebabkan oleh Cryptosporidium parvum: diberi paromomycin atau nitazoxanide.
6. Diare yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica: diberi metronidazole diikuti pemberian iodoquinol atau paromomycin.
7. Diare yang disebabkan oleh E coli: dapat diresepkan trimethoprim-sulfamethoxazole bila terjadi diare sedang hingga berat. Bila terjadi komplikasi sistemik, maka boleh diberikan obat golongan sefalosporin generasi kedua atau ketiga secara parenteral. Pemberian antibiotik dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hemolytic-uremic syndrome.
8. Diare yang disebabkan oleh G lamblia: diberi metronidazole atau nitazoxanide.
9. Diare yang disebabkan oleh spesies Plesiomonas: diberi trimethoprim-sulfamethoxazole atau obat golongan cephalosporin.
10. Diare yang disebabkan oleh spesies Salmonella: diberi trimethoprim-sulfamethoxazole sebagai lini pertama. Untuk kasus invasif, dapat diberikan ceftriaxone dan cefotaxime.
11. Diare yang disebabkan oleh spesies Shigella: diberi trimethoprim-sulfamethoxazole sebagai lini pertama. Cefixime, ceftriaxone, dan cefotaxime direkomendasikan untuk kasus invasif.
12. Diare yang disebabkan oleh V cholerae: diberikan doxycycline sebagai antibiotik lini pertama. Sedangkan erythromycin adalah antibiotik lini kedua.
13. Diare yang disebabkan oleh spesies Yersinia: dokter akan memberikan beberapa alternatif pilihan, seperti: trimethoprim-sulfamethoxazole, cefixime, ceftriaxone, dan cefotaxime. Terapi tidak memperpendek durasi penyakit, persiapkan bila terjadi komplikasi.


Jadi pada dasarnya obat hanya boleh diberikan oleh dokter sesuai dengan penyebab pasti yang mendasari terjadinya diare. Hindari upaya mengobati diri sendiri, karena dapat berakibat fatal. Hindari pula anggapan bahwa diare pasti sembuh dengan antibiotik. Perlu diketahui, bahwa sebagian obat antibiotik malah justru menyebabkan terjadinya diare. Oleh karena itu, antibiotik hanya boleh dibeli dengan resep dokter di apotek.


Dapat dirujuk ke rumah sakit terdekat, bila tidak membaik dalam waktu tiga hari dan disertai kondisi/keadaan berikut ini:
1. Buang air besar cair lebih sering
2. Muntah berulang-ulang
3. Rasa haus yang amat
4. Makan atau minum sedikit
5. Demam
6. Ditemukan darah di dalam tinja


Pemberian probiotik, terutama strain Lactobacillus manusia (Lactobacillus casei sp strain GG) di dalam bentuk susu fermentasi atau freeze-dried powder efektif untuk pemulihan (recovery) penderita diare akut yang disebabkan oleh rotavirus.


Perlu diwaspadai adanya diare yang bermasalah, misalnya:
1. Disentri
Deteksinya cukup mudah: bila ada diare disertai darah dan lendir dalam tinja.


2. Diare persisten
Deteksinya: diare akut yang berlanjut sampai 14 hari atau lebih.


3. Diare dengan penyerta (komorbiditas)
Beberapa penyakit yang sering terjadi bersamaan atau menyertai diare antara lain:
a. Infeksi susunan saraf pusat
b. Infeksi saluran pernafasan
c. Infeksi saluran kemih
d. Infeksi sistemik
e. Kurang gizi


Pencegahan
Diperkirakan lebih dari 500 juta anak di seluruh dunia menderita diare setiap tahun. Oleh karena itu, diupayakan pencegahan diare. Langkah efektif pencegahan diare menurut WHO (World Health Organization):
1. Menyusui ASI eksklusif dengan baik dan benar (selama 6 bulan)
2. Menyapih dan memperbaiki makanan pendamping ASI
3. Memperhatikan higiene dan sanitasi serta menggunakan air bersih untuk minum
4. Kebiasaan cuci tangan
5. Penggunaan WC/jamban/kakus dan menghindari buang air besar (BAB) di sembarang tempat. Jarak jamban dengan sumber air (sumur) lebih dari 10 meter.
6. Membiasakan anak-anak untuk BAB di tempatnya
7. Imunisasi campak (measles)


Pemberian suplementasi seng (zinc supplementation) pada anak-anak di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) dapat mengurangi terjadinya diare dan pneumonia (radang selaput paru-paru). WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian suplemen zinc 20 mg setiap hari selama 10–14 hari terutama untuk anak-anak dengan diare akut, dan 10 mg per hari untuk bayi berusia kurang dari enam bulan, untuk mengurangi dan menekan tingkat keparahan episode diare serta mencegah berulang atau kambuhnya diare dalam 2-3 bulan ke depan.


Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.


Salam sehat dan sukses selalu!


Dokter Dito Anurogo


Konsultan detik.com, dokter online, pemerhati neurosains, hematopsikiatri serta neurofarmakogenomik, penulis 12 buku, mengabdi dan berkarya di neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia, Surya University, Indonesia.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini


source on:m.detik.com



Sudah 3 Hari BAB Encer, Harus ke Dokter atau Cukup Minum Obat Warung?