16.6.13

Bagaimana Mengukur Tingkat Kepedasan Cabai?

Jakarta – Perkenalkan, saya Putri. Saya mau menanyakan bagaimana cara mengukur tingkat kepedasan cabai? Ketika saya searching di internet saya menemukan ‘skala scoville’ apakah itu akurat? Bagaimana cara menggunakan skala itu? Terimakasih.

Putri (Wanita lajang, 19 tahun)
putriperXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 163 cm, berat badan 55 kg


Jawaban


Hi Putri,


Iya, kalau mau mengukur tingkat kepedasan cabai menggunakan skala Schoville. Caranya dulu adalah dengan mengetes kadar kepedasan ekstrak cabai yang diimbangi dengan gula oleh taster (orang pengecap). Sekarang, caranya dengan menggunakan High Performance Liquid Chromatography or HPLC. Tetap dengan cara dilarutkan, tapi lalu dibaca oleh mesin HPLC dan bukan di tes pada manusia lagi.


Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Follow twitter @Leona_victoria.
Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini




source on:m.detik.com



Bagaimana Mengukur Tingkat Kepedasan Cabai?

Suka Memasukkan Jari ke Kemaluan Saat Cyber Sex, Berbahayakah?

Jakarta – Dok, saya menikah baru satu tahun tapi karena pekerjaan saya dan suami sekarang terpisah. Kita sering melakukan cam sex hampir setiap malam. Saya suka memasukan jari saya. Yang mau saya tanyakan apakah ada akibat buruk buat kandungan saya?

Della (Wanita Menikah, 25 tahun), dellaXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 170 cm dan Berat Badan 53 kg


Jawaban


Tidak masalah Anda memasukkan jari ke dalam vagina saat Anda melakukan ‘cyber sex’ dengan suami yang sekarang terpisah rumahnya. Hal itu tidak akan berdampak buruk pada kandungan dan organ-organ reproduksi Anda, bila Anda melakukan secara higienis. Jelasnya memperhatikan kebersihan jari tangan dan vagina sebelum melakukannya.


Serba-serbi tentang ‘cyber sex’ dapat dilihat pada: andriwanananda.blogdetik.com


Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini




source on:m.detik.com



Suka Memasukkan Jari ke Kemaluan Saat Cyber Sex, Berbahayakah?

Sering Phone Sex dengan Pacar, Adakah Pengaruhnya Setelah Menikah?

Jakarta – Dok, saya punya kekasih yang sudah tidak virgin, tapi bukan sama saya dan kami komitmen untuk menikah. Jujur, libido kami sama-sama tinggi karena kami sering phone sex. Berpengaruh tidak apa yang kami lakukan sebelum menikah dengan setelah menikah dan melakukan seks secara langsung?

Mukis (Pria lajang, 19 tahun), setyoXXXXXs@rocketmail.com
Tinggi badan 166,5 cm dan berat badan 63 kg


Jawaban


Selama Anda ikhlas menerima kondisi kekasih Anda yang sudah tidak ‘virgin’, tidak akan berpengaruh pada hubungan Anda dengan dia setelah Anda menikah. Tambahan pula, perlakuan terhadap wanita berdasarkan ‘virginitas’ terkesan tidak adil. Mengapa hanya wanita yang diajukan ‘mesti virgin’ saat menikah. Sedangkan pria tidak pernah dituntut keperjakaannya saat menikah.


Patut dihargai sikap Anda yang adil dengan menerima kekasih Anda berlandaskan cinta sejati.


Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini




source on:m.detik.com



Sering Phone Sex dengan Pacar, Adakah Pengaruhnya Setelah Menikah?

Sperma Tak Keluar di 'Dalam' Tapi Istri Tetap Hamil

Jakarta – Apakah melakukan sanggama terputus bisa menyebabkan kehamilan Dok? Karena istri saya tetap hamil walau saya tidak mengeluarkan sperma di dalam Miss V. Mohon jawabannya Dok. Thanks

Kuelabu (Pria Menikah, 34 tahun), ilhamXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 170 cm dan Berat Badan 80 kg


Jawaban


Ya, kehamilan bisa terjadi setelah melakukan sanggama terputus (Interrupted Sexual-Intercourse). Jelasnya, menjelang ejakulasi pada beberapa pria spermatozoa sudah ada yang ‘menerobos’ ikut cairan kelenjar-kelenjar reproduksi yang menempel di ujung penis. Agar aman selalu gunakan kondom yang dikenakan sebelum penetrasi penis ke dalam vagina.


Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini




source on:m.detik.com



Sperma Tak Keluar di 'Dalam' Tapi Istri Tetap Hamil

Hanya Kuat Bercinta 5 Menit Akibat Terbiasa Masturbasi Sejak Kecil

Jakarta – Waktu umur 10 tahun sampai sekarang saya sering sekali melakukan onani. Hampir setiap hari saya melakukannya. Saya juga telah melakukan hubungan badan dengan pasangan saya. Yang ingin saya tanyakan:

1. Ketika melakukan penetrasi, waktu yang saya butuhkan hanya 5 menit, kemudian keluar, tapi gairah seks saya masih menggebu-gebu. Normalkah kekuatan penis saya itu dok?


2. Bagaimana caranya agar air mani bisa kental kembali, karena sekarang keluarnya sedikit dan agar encer?


3. Obat kuat apa yang dianjurkan Dok, agar saya bisa bertahan lama di ranjang? Mohon infonya ya Dok. Terimakasih


Dicky (Pria Lajang, 25 tahun), rhanXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 165 cm dan Berat Badan 55 kg


Jawaban


Masturbasi tidak berbahaya untuk kesehatan, tapi ada sebagian pria yang mengalami ejakulasi dini (ED) saat hubungan intim dengan pasangannya kelak.


Masalahnya, saat masturbasi tidak ada objek-seksual, hingga pencapaian orgasme bisa dilakukan sekehendak hati. Saat Anda dengan pasangan, tidak bisa lagi sekehendak hati, harus menyesuaikan dan mengimbangi perilaku seksualnya. Diharapkan melalui proses-adaptasi Anda tidak lagi mengalami ED saat hubungan intim dengan pasangan.


Kualitas sperma ditentukan oleh asupan gizi seimbang didukung oleh kebugaran jasmani, yang bisa dicapai dengan exercise fisik secara teratur.


‘Obat kuat’ untuk ED, biasa dalam bentuk salep, cream yang dioleskan pada penis. Ada pula obat oral yang diminum. Obat-obat tersebut dapat Anda peroleh setelah konsultasi dengan Dokter Keluarga Anda.


Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.


Punya pertanyaan seputar kesehatan? Silahkan klik di sini




source on:m.detik.com



Hanya Kuat Bercinta 5 Menit Akibat Terbiasa Masturbasi Sejak Kecil

15.6.13

Lakukan Langkah Ini untuk Dapatkan Seks Oral yang Aman

Jakarta – Ada banyak cara untuk membuat aktivitas bercinta semakin menyenangkan. Salah satunya adalah dengan melakukan seks oral. Tapi ingat, lakukanlah seks oral yang aman agar tidak memicu penyakit di kemudian hari.

Baru-baru ini beredar kabar aktor Michael Douglas mengalami kanker tenggorokan karena melakukan seks oral. Meski Michael kemudian membantah bahwa kanker tersebut didapatnya dari seks oral.


Kita tidak tahu apa yang membuat Michael terkena kanker tenggorokan, namun seks oral yang tidak aman bisa memicu kanker tenggorokan. Sebab kanker tenggorokan tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok saja.


Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan agar seks oral aman dilakukan, seperti dikutip dari Health India, Jumat (14/6/2013):


1. Pakailah Kondom


Kondom akan membuat seks oral bersama pasangan berlangsung aman, sebab istri yang melakukan seks oral pada suaminya tidak melakukan sentuhan langsung pada penis. Selain itu, dengan memakai kondom bisa mencegah penularan penyakit seksual.


2. Pakai Kondom yang Memiliki Rasa


Saat ini di pasaran banyak tersedia kondom dengan aneka rasa seperti cokelat, stroberi, durian, pisang, dan jeruk. Nah, rasa-rasa pada kondom ini akan membuat seks oral terasa lebih ‘lezat’. Rasa favorit akan membuat Anda dan pasangan tidak malas memakai kondom.


3. Dental Dam atau Lateks Penutup Gigi


Dental dam adalah lembaran penutup gigi yang bisa pula dikenakan oleh perempuan di alat kelaminnya saat sang suami akan melakukan seks oral. Dental dam tidak akan merusak seks oral dan malah melindungi Anda dari efek samping kesehatan.


4. Tes Penyakit Menular Seksual


Agar semakin nyaman melakukan seks oral, sebaiknya Anda dan pasangan melakukan pengecekan apakah memiliki penyakit menular seksual. Pastikan Anda dan pasangan sama-sama sehat sehingga saat berhubungan intim, baik melalui seks oral atau lainnya tidak akan tertular penyakit seksual.




source on:m.detik.com



Lakukan Langkah Ini untuk Dapatkan Seks Oral yang Aman

Tak Harus Rutin, Masih Bisa Bercinta Bikin Hidup Wanita Lebih Bermakna

Jakarta – Seiring dengan bertambahnya usia, pasangan suami istri biasanya mulai mengurangi aktivitas seksualnya. Padahal bagaimanapun seks tak hanya penting bagi kesehatan fisik pasangan, tapi juga kesehatan mental mereka. Bahkan sebuah studi mengatakan bagi wanita paruh baya, seks dapat meningkatkan kepuasan hidupnya.

Tim peneliti dari University of Pittsburgh Medical Center, AS memperoleh kesimpulan ini setelah mengamati kepuasan seksual pada 728 wanita berusia 40-65 tahun selama lima tahun. Partisipan diminta menjawab beberapa kuesioner setiap tahunnya mengenai kualitas hidupnya (terutama yang berkaitan dengan kondisi kesehatan), status menopause, penggunaan terapi hormon dan dukungan sosial yang dimilikinya.


Pada tahun kedua dan keempat, partisipan juga ditanyai apakah mereka sering melakukan aktivitas seksual yang intim seperti berciuman, berpelukan, seks oral dan hubungan seksual atau bercinta dengan pasangannya dan lebih jauh lagi ditanyakan apakah partisipan menikmatinya atau tidak.


Kemudian seluruh partisipan menyelesaikan sebuah tes berisi enam pernyataan (partisipan berhak mengatakan sepakat atau tidak sepakat dengan masing-masing pernyataan yang ada) yang diberi nama Life Engagement Scale. Tes ini dirancang khusus untuk mengetahui seberapa besar kepuasan seseorang terhadap hidupnya dengan menggunakan pernyataan seperti ‘Saya tak punya cukup banyak tujuan dalam hidup saya’; ‘Bagi saya, hal-hal yang saya lakukan sangat berarti bagi saya’; dan ‘Saya punya banyak alasan untuk hidup’.


Seperti dilansir Rodale, Sabtu (15/6/2013), dari situ peneliti menemukan bahwa wanita yang memiliki kepuasan seksual yang tinggi dan menikmati aktivitas intim yang mereka lakukan dilaporkan memiliki kepuasan hidup yang tinggi.


Namun peneliti tidak menemukan kaitan antara frekuensi aktivitas seksual yang dilakukan partisipan dengan tingginya kepuasan hidupnya. Begitu juga dengan penggunaan terapi hormon.


“Tetapi sebenarnya terapi hormon memang tak pernah berpengaruh dalam berbagai studi tentang kepuasan seksual semacam ini,” ungkap ketua tim peneliti Beth A. Prairie, MD, M.P.H., asisten profesor obstetri, ginekologi dan ilmu reproduksi dari University of Pittsburgh Medical Center.


“Mungkin terapi hormon bisa memberikan perbedaan tersendiri tapi tampaknya efeknya masih begitu kecil bila dibandingkan dengan faktor-faktor lain yang terjadi pada kehidupan seorang wanita. Artinya ini minimal,” tambahnya.


Lalu apa yang harus dilakukan agar wanita paruh baya dapat memperoleh kepuasan seksual dan kepuasan hidup sekaligus? Begini caranya:


1. Tidak membiarkan masalah seksual menjadi berlarut-larut
“Salah satu penentu utama kehidupan seksual wanita selama dan setelah menopause adalah bagaimana kehidupan seksualnya sebelum menopause,” kata Dr. Prairie. Jadi jika Anda berhasil mengatasi berbagai masalah seksual dengan pasangan sebelum mencapai masa menopause, maka setelah menopause, Anda takkan cenderung menemui banyak masalah.


2. Selalu berdiskusi dengan pasangan
Jujurlah pada pasangan tentang hal-hal apapun yang menurut Anda efektif bagi hubungan Anda dan apa yang tidak, begitu juga sebaliknya. “Penentu utama yang lain dari kehidupan seksual wanita setelah menopause adalah seberapa baik komunikasi si wanita dengan pasangannya,” tandas Dr. Prairie.


Jika Anda dan pasangan sudah saling merasa nyaman saat membicarakan kehidupan seksual, maka akan lebih mudah menangani komplikasi-komplikasi yang terjadi ketika masa menopause tiba.


“Kekeringan vagina dan penetrasi yang menyakitkan akan semakin kerap terjadi selama transisi ke masa menopause dan setelahnya. Jadi Anda harus bisa berbagi dengan si dia tentang apa yang Anda rasakan,” saran Dr. Prairie.


3. Mengurus diri sendiri
“Para wanita seringkali dilaporkan mengalami ketidakstabilan mood dan kurang tidur selama masa transisi menopause, dan hal itu jelas-jelas memberikan dampak negatif terhadap keseluruhan fungsi tubuh, termasuk fungsi seksualnya,” terang Dr. Prairie.


Tapi hal yang jarang mereka kemukakan adalah mereka tak pernah mengurus diri mereka sendiri agar masalah tersebut dapat teratasi. “Saya melihat banyak wanita yang mengeluh mood-nya tak karuan tapi tak tahu sebabnya. Lalu saya katakan saja pada mereka, tentu saja ini karena Anda mengurus banyak orang tapi mengabaikan diri Anda sendiri,” timpal Dr. Prairie.


Salah satu cara untuk ‘mengurus diri sendiri’ adalah meluangkan waktu untuk berolahraga. Dr. Prairie menyarankan olahraga ringan seperti jalan kaki, lari atau yoga selama 15 menit setiap harinya. Yang tak banyak diketahui wanita adalah olahraga dapat memperbaiki mood dan mengembalikan fungsi tubuh dan juga fungsi seksual karena aliran darah menjadi lancar, terutama aliran darah ke organ reproduksi.






source on:m.detik.com



Tak Harus Rutin, Masih Bisa Bercinta Bikin Hidup Wanita Lebih Bermakna